
SERUI, 1 Oktober 2026 — Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Bernard Worumi, menerima aspirasi dari 11 sopir dump truck yang terlibat dalam pekerjaan pembangunan ruas jalan Serui–Papuma, Yapen Barat, yang dikerjakan oleh PT Surya Papua.
Aspirasi tersebut berkaitan dengan sejumlah persoalan yang dirasakan para sopir selama menjalankan aktivitas pengangkutan material untuk pekerjaan jalan tersebut.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri pelaksana lapangan dari pihak perusahaan, Bernard Worumi mengatakan, setelah dilakukan pembahasan bersama, persoalan yang terjadi diduga berawal dari miskomunikasi antara pihak perusahaan dengan para sopir.
Para sopir menyampaikan keberatan terkait upah yang mereka terima. Mereka mengangkut material cipping dari Mioram menuju Kanawa dengan jarak tempuh hingga sekitar 85 kilometer, sementara upah yang diterima disebut sebesar Rp40 ribu.
Bernard Worumi menyampaikan bahwa aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan berkomunikasi bersama pihak perusahaan, termasuk kuasa direktur PT Surya Papua, untuk mencari titik persoalan sekaligus solusi yang dapat diterima semua pihak.

Menurutnya, perlu ada kejelasan mengenai hubungan kerja antara perusahaan, pemilik kendaraan atau majikan, dan para sopir. Kesepakatan mengenai hak dan kewajiban para sopir juga perlu diperjelas dan, bila memungkinkan, dituangkan secara tertulis agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Ini perlu diperjelas supaya kita bisa menemukan titik masalahnya dan menyelesaikannya dengan baik,” kata Bernard.
Ia menjelaskan, pekerjaan ruas jalan Serui–Papuma tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun Anggaran 2026. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjalankan tanggung jawab masing-masing sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai kontrak dan target waktu yang telah ditetapkan.
Bernard juga berharap pihak perusahaan dapat memperhatikan aspirasi para sopir, terutama berkaitan dengan hak mereka dalam menjalankan pekerjaan di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, Bernard Worumi menyampaikan akan turun langsung ke lokasi pada Sabtu untuk melihat kondisi dan kendala yang dihadapi para sopir.

Hasil peninjauan tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum sebagai pihak pemerintah daerah serta pihak kontraktor, sehingga persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki komunikasi antara pihak perusahaan dan para sopir, sehingga aktivitas pengangkutan material dapat kembali berjalan lancar dan pembangunan ruas jalan Serui–Papuma dapat diselesaikan sesuai jadwal.